May 9, 2014 - Kenalilah Agamamu    No Comments

Sudah benarkah doa makanmu ?

Mayoritas umat muslim pastilah pernah mendengar dan hafal doa makan berikut ini : “Allahumma baariklana fimaa razaqtana waqina ‘adzabannar”. Lisan-lisan kita akan fasih melafalkannya, demikian pula anak-anak kita. Maka kita dahi kita akan mengernyit tanda tak percaya, ternyata hadist ini bersumber kepada hadits yang dhaif.

dari Abdullah bin Amr, dari Nabi Shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau biasa mengucapkan apabila didekatkan makanan kepada mereka; “Allahumma baariklana fimaa razaqtana waqina ‘adzabannar”. Kemudian beliau mengucapkan bismillah. Dan ketika telah selesai beliau mengucapkan : “Alhamdulillahiladzi ath’amana wa saqana fa arwana wa kullul ihsan ataana”. (segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat kepada kami dan menunjuki kami. Dan segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepada kami sampai kami puas dan segala kebaikan yang telah datang kepada kami).

hadits ini adalah SANGAT DHAIF. Telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Sunniy di kitabnya Amalula yaum wa lailah (no 450 & 467) dan Imam Ibnu Adiydi kitabnya Al Kaamil (7/427), dari jalan Muhammad bin Abi Az Zu’aizi’ah, dari bapaknya, dari kakeknya (yaitu Abdullah bin Amr seperti diatas).

Sanad hadits ini sangat dhaif karena Muhammad bin Az Zu’aizi’ah, telah berkata Imam Bukhori dan Imam Abu Hatim tentangnya,”Mungkarul Hadits jiddan ( Sangat Mungkarul Hadits).” Demikian diterangkan oleh Imam Dzahabi di Mizan-nya (3/548-549) dan Al Hafidz Ibnu Hajar dalam kitabnya Lasaanul Mizan (5/165-166) dan Imam Al ‘Uqaily dikitabnya Adh Dhu’afaa’ (4/67-68) (pada buku tersebut halaman 354).

Maka jika kita sudah paham bahwa do’a yang sangat popular ini berasal dari sebuah hadits yang derajatnya sangat lemah (sehingga tidak boleh diamalkan), timbullah suatu pertanyaan, bagaimana yang shahih atau yang seharusnya.

Untuk hadist do’a akan makan yang lebih sesuai dengan sunnah (karena dasarnya yang kuat) adalah sebagaimana do’a akan makan yang terdapat dalam kitab do’a Hishnul Muslim, karangan Said bin Ali bin Wahf Al Qahthani.

Rasulullah bersabda : “Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca: “Bismillah” Apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca: “Bismillahi fii awwalihi wa akhirihi” (HR. Abu Dawud 3/347, At-Tirmidzi 4/288, dan lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 2/167).

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!