May 13, 2014 - Kisah Hidup    No Comments

maukah anda untuk berhenti merokok ?

Di suatu pagi seorang ibu yang berbelanja sayur di dekat kost menceritakan tentang suaminya yang perokok. Dengan penghasilan suaminya yang pas-pasan dan beliau harus berpikir keras untuk bisa menghemat pengeluaran, kebiasaan suaminya yang merokok seolah beliau menghadapi sebuah tembok yang tebal.

Bayangkan saja, setiap hari suaminya terus merokok sedangkan beliau hanya untuk sesekali sekedar membeli makanan ringan seharga seribu rupiah saja begitu sulitnya. Uang habis, habis, dan habis lagi. Dan celakanya uang banyak dihabiskan untuk merokok. Saya tidak bisa membayangkan jika saja kelas suaminya sakit karena kebiasaan merokoknya itu, dengan apa dia akan membayar uang rumah sakit ?

Cerita lain dipinggir jalan beberapa tukang becak mengeluhkan keadaan ekonominya yang tidak membaik, menceritakan bagaimana sulitnya membiayai sekolah anaknya sambil menghisap rokok yang dibandingkan dengan uang makan akan terhitung mahal. Melihat mereka saya teringat ketika seorang pejabat di kelurahan kebetulan bertemu ibu saya kemudian terlibat sebuah percakapan:

Pejabat : “Anak ibu sekolah di mana ?”

Ibu         : “Kuliah di teknik elektro UGM”

Pejabat tersebut cukup kaget karena keheranan, bagaimana mungkin anak seorang pedagang kaki lima seperti saya yang mungkin bisa dianggap setara dengan para tukang becak itu bisa kuliah di Teknik Elektro UGM. Padahal saat itu, SPP per semester di UGM tidak bisa dipandang lagi sebagai kategori murah. Satu hal yang pasti, ayah saya bukanlah seorang perokok dan Ibu saya bukanlah seorang yang terbiasa untuk menghamburkan uang untuk keperluan yang sia-sia. Dan akhirnya saya berhasil lulus kuliah dengan nilai yang cukup memuaskan.

Saya membayangkan, seandainya para tukang becak itu berhenti merokok kemudian sebagaian atau seluruh uang rokok tersebut ditabung jika saja anaknya kelas mendapat kesempatkan kuliah di Universitas yang memiliki fasilitas yang baik. Jika anaknya sukses, insyallah orang tuanya akan kebagian rezeki juga. Tapi entahlah, sepertinya rokok lebih dicintai daripada memberi kesempatan lebih baik untuk anaknya.

MEROKOK MEMBUNUHMU

Itulah kurang lebih peringatan yang ada pada setiap iklan rokok saat ini. Lebih keras dibanding dengan peringatan sebelumnya “MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”. Tapi bodohnya manusia, pada saat akan mati begitu ketakutan sekali tapi kok ya tidak takut merokok. Bagaimanapun merokok secara logika saya sama sekali tidak masuk akal. Anda harus membayar mahal untuk membunuh diri anda sendiri dengan cara pelan-pelan dan seringnya sangat menyakitkan pada akhirnya karena kerusakan organ anda.

Merokok dapat membunuh orang-orang yang anda cintai

Bukti riset menunjukkan bahwa satu jam saja per hari seseorang yang tidak merokok berada di satu ruangan dengan seorang perokok maka kemungkinan dia terkena kanker paru-paru meningkat megjadi 100 kali lipat. Diperkirakan bahwa di Australia, pada tahun 2004 – 2005, 113 orang dewasa dan 28 bayi meninggal dari penyakit yang disebabkan oleh perokok pasif di rumah. Itu di australia lho yang secara standard kesehatan umum lebih baik dari negara kita. Jika anda mencintai keluarga anda maka berhentilah merokok.

Got anything to say? Go ahead and leave a comment!