Browsing "PHP"
May 12, 2014 - PHP    No Comments

Kelas pada bahasa pemrograman PHP.

Kelas merupakan konsep penting pada saat anda membuat sebuah aplikasi dengan pemrograman PHP pada skala professional. Secara umum, hampir tidak mungkin anda bisa membuat sebuah aplikasi yang baik pada pemrograman PHP tanpa menggunakan kelas sama sekali. Pun seandainya bisa pengerjaaan aplikasi akan menjadi sangat kompleks.

Pendefinisian kelas dalam pemrograman PHP

Kelas pada pemrograman PHP didefiniskan dengan cara berikut :

1
2
3
4
5
6
7
<?php
class nama_kelas   {
    function __construct() {
        // definisikan proses saat kelas diinisasi
        }
}
?>

Fungsi __construct() pada pemrograman dengan PHP5 merupakan fungsi default untuk melakukan inisiasi kelas. Apapun proses yang didefinisikan disana maka pada saat inisiasi kelas proses tersebut akan dieksekusi. Perhatikan kode kelas mobil berikut untuk memahami:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
<?php
class Mobil {
    var $merk = ‘’;
    var $roda = 4;
    function __construct() {
        echo 'Kelas mobil sedang diinisiasi<br>';
        }

        function set_merk($merk) {
            $this->merk = $merk;
            return $this->merk;
        }

        function get_merk() {
            return $this->merk;
        }

        function get_roda() {
           return $this->roda;
        }

}

$ObjectMobil = new Mobil(); // inisiasi kelas
$ObjectMobil->set_merk('Innova');
echo 'Merk Mobil adalah '.$ObjectMobil->get_merk().'<br>';
echo 'Jumlah roda mobil adalah '.$ObjectMobil->get_roda();
?>

Penjelasan untuk kelas mobil sebagai berikut:

  1. Pada saat dilakukan inisiasi kelas yaitu dengan kode $ObjectMobil = new Mobil(), maka browser akan menampilkan text ‘Kelas mobil sedang diinisiasi’ sebagaimana yang didefinisikan pada __construct().
  2. Kemudian merk mobil didefinisikan sebagai ‘Innova’ dengan perintah set_merk(). Perintah ini akan memasukkan text merk ke variable $merk milik internal kelas Mobil. Pada kelas variable akan selalu dipanggil dengan menambahkan $this-> didepan nama variable.
  3. Kode program PHP berikutnya adalah menampilkan nama merk yang sudah dimasukkan dengan menggunakan perintah get_merk().
  4. Selanjutnya jumlah roda ditampilkan dengan perintah get_roda(). Kita tidak perlu memasukkan data roda karena pada definisi variable, jumlah roda sudah terisi.
May 12, 2014 - PHP    No Comments

Array pada bahasa pemrograman PHP

Pada tutorial pengenalan aritmatika sebelumnya, kita sudah dikenalkan mengenai array satu dimensi pada pemrograman PHP. Pada pembahasan khusus mengenai array ini, akan dibahas lebih detail berbagai macam tipe array yang bisa dilakukan pada pemrograman PHP.

Berbagai Cara Mendefinisikan array

Array dapat didefinisikan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan index angka atau menggunakan kata kunci tertentu. Contoh array yang telah lalu seperti kode :

1
2
3
<?php
$array_angka = array (10, 14, 8, 7, 14, 18, 20);
?>

Pada dasarnya adalah definisi array menggunakan index angka dimana karena index tidak didefinisikan secara khusus maka otomatis akan dimulai dengan 0. Dengan demikian jika bisa mengambil data array tersebut dengan menyebutkan indexnya. Perhatikan kode berikut:

1
2
3
4
<?php
$array_angka = array (10, 14, 8, 7, 14, 18, 20);
echo $array_angka[0];
?>

Index juga bisa didefinisikan secara khusus misal:

1
2
3
4
<?php
$array_angka[0] = 10;
$array_angka[1] = 12;
?>

Cara yang kedua adalah dengan menggunakan key khusus misal :

1
2
3
4
5
6
<?php
$array_angka['satu'] = 1;
$array_angka['dua'] = 2;
// cara pemanggilan
echo $array_angka['satu'];
?>

Dimensi pada array

Secara teori array memiliki dimensi yang tidak terbatas dan bisa menggunakan kombinasi antara index angka dan key. Sebagai contoh kita membuat array sebagaimana kode berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<?php
$data_array = array (
    'buah' => array ('pisang','nanas','pepaya','apel','mangga'),
    'mobil' => array('innova','jazz','fortuner','ferrary')
);
echo '<pre>';
print_r($data_array);
echo '</pre>';
?>

Perhatikan bahwa disana terdapat sebuah data array dengan key buah dan mobil kemudian pada masing-masing data array tersebut terdapat array dengan menggunakan index angka. Jumlah array masing-masing tidak harus sama dan juga tidak harus berisi tipe data yang sama. Misal array buah tidak harus berisi text semua, bisa saja berisi angka, bisa saja berisi text, dan sebagaian lagi berisi array lagi.

Mengakses data array multi dimensi

Untuk melakukan akses langsung data tertentu, yang perlu anda lakukan hanyalah memanggil sesuai dengan key atau indexnya. Contoh :

1
2
3
<?php
echo $data_array['buah'][0]; 
?>

Data yang muncul adalah ‘pisang’ dimana pisang memiliki index ‘buah’ pada dimensi pertama kemudian index ‘0’ pada dimensi kedua.

Menampilkan seluruh data array dengan foreach

Untuk menampilkan data array multi-dimensi sintaks foreach akan dibutuhkan untuk setiap dimensinya, sehingga untuk melakukan akses array dua dimensi sebagaimana contoh sebelumnya maka akan diperlukan dia kali sintaks foreach sebagaimana kode berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
$data_array = array (
    'buah' => array ('pisang','nanas','pepaya','apel','mangga'),
    'mobil' => array('innova','jazz','fortuner','ferrary')
);
foreach ($data_array as $index_jenis => $jenis) {
    echo 'Data pada jenis '.$index_jenis.':<br>';
    foreach ($jenis as $index_data => $data) {
        echo $data.'</br>';
        }
}
?>
May 11, 2014 - PHP    No Comments

Bermain Logika Sederhana – Mengurutkan Kumpulan Data

Setelah sebelumnya kita membahas bagaimana menjumlahkan sekumpulan data pada array yang berisi angka, tutorial kali ini akan menjelaskan bagaimana kita bisa mengurutkan data pada array dengan pemrograman PHP. Untuk mengurutkan data, pemrograman PHP sudah memiliki fungsi built in yang bisa dipanggil kapan saja.

Mengurutkan nilai dari yang terkecil ke terbesar atau sebaliknya

Sintak sort() digunakan untuk mengurutkan array dari nilai yang terkecil ke nilai yang terbesar, sedangkan rsort() digunakan untuk mengurutkan data dari nilai terbesar ke nilai yang terkecil. Perhatikanlah kode program berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$array_angka = array (10, 14, 8, 7, 14, 18, 20);
sort($array_angka);
echo 'Berikut urutan dari terkecil ke terbesar :<br>';
foreach ($array_angka as $index_id => $angka) {
    echo $angka.'<br>';
}
?>

Untuk melakukan pengurutan dari yang terbesar ke terkecil, fungsi sort() tinggal diganti dengan rsort().

Mengurutkan array berdasarkan indexnya

Untuk mengurutkan array berdasarkan indexnya, sintaks yang digunakan adalah ksort() untuk pengurutkan dari index terkecil ke yang terbesar dan krsort() untuk pengurutan dari yang terbesar ke yang terkecil. Sebagai contoh perhatikan kode program berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
<?php
$array_angka = array (10, 14, 8, 7, 14, 18, 20);
krsort($array_angka);
echo 'Berikut urutan dari index dari yang terbesar ke yang terkecil :<br>';
foreach ($array_angka as $index_id => $angka) {
    echo 'index : '.$index_id.' : '.$angka.'<br>';
}
?>

Mudah bukan. Silakan berkreasi sendiri menggunakan fungsi-fungsi pengurutan pada pemrograman PHP yang lainnya.

May 10, 2014 - PHP    No Comments

Bermain Logika Sederhana – Menjumlahkan beberapa angka

Setelah sebelumnya kita mempelajari bagaimana operasi aritmatika dilakukan pada pemrograman PHP dengan menggunakan variable sederhana berupa angka tunggal, pada tutorial kali ini kita akan mempelajari bagaimana bermain dengan sekumpulan angka.

Kumpulan data pada pemrograman PHP didefinisikan sebagai array. Untuk saat ini kita akan melakukan operasi untuk array yang paling sederhana yaitu array satu dimensi. Contoh array satu dimensi adalah sebagaimana kode berikut:

1
2
3
<?php
$kumpulan_angka = array (10, 12, 16, 9, 8, 7);
?>

Dari kumpulan angka tersebut kita akan membuat sebuah fungsi dengan PHP untuk menjumlahkan total nilainya. Untuk melakukan hal tersebut maka anda perlu memahami satu tambahan konsep pemrograman yaitu “pengulangan”. Untuk lebih jelasnya perhatikan logika berikut untuk menghitung jumlah total.

  1. Buatlah sebuah wadah (variable) dan isikan nilainya dengan 0.
  2. Untuk setiap nilai pada kumpulan angka tambahkan nilai yang ada pada variable dengan nilai pada kumpulan angka, kemudian simpan hasilnya pada wadah.
  3. Setelah semua data terproses, kirimkan hasil perhitungan.

Pada pemrograman PHP, proses perulangan bisa dilakukan dengan sintak “foreach” seperti contoh berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
<?php
function penjumlahan($data_angka) {
    $hasil = 0;
    foreach ($data_angka as $index_id => $angka) {
    $hasil = $hasil + $angka;
}
return $hasil;
}
$kumpulan_angka = array (10, 12, 16, 9, 8, 7);
$hasil = penjumlahan($kumpulan_angka);
echo $hasil;
?>

Perintah foreach pada pemrograman PHP bisa dijelaskan sebagai berikut :

  • $data_angka, adalah array data masukan.
  • $index_id merupakan variable pembantu untuk mengetahui index suatu array. Sebagai contoh ketika kita mendefinisikan $kumpulan_angka = array (10, 12, 16, 9, 8, 7), maka secara default PHP akan membuat index mulai dari 0. Sehingga nilai $index_id akan terus bertambah urut mulai dari 0 untuk nilai 10, 1 untuk nilai 12 dan seterusnya.
  • $angka merupakan nilai dari array, dengan kata lain 10,12,16, dan seterusnya adalah data yang keluar pada variable angka.
May 10, 2014 - PHP    No Comments

Bermain Logika Sederhana – Aritmatika Sederhana

Salah satu dasar dari bahasa pemrograman PHP adalah melakukan proses aritmatika. Proses paling sederhana meliputi tambah, kurang, kali, bagi, dan bagi sisa (mod). Masing-masing proses diwakili oleh sintaks program khusus yaitu:

  • “+” yang berarti tambah
  • “-“ yang bearti kurang
  • “*” yang berarti kali.
  • “/” yang berarti bagi.
  • “%” yang berarsi bagi sisa.

Menggunakan proses aritmatika pada pemrograman PHP

Cara penggunaan proses aritmatika pada PHP sama saja dengan proses perhitungan saat kita menggunakan kalkulator. Sebagai contoh ketika kita ingin melakukan proses penambahan pada PHP maka kita bisa gunakan kode program sebagai berikut :

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<?php
function tambah($a,$b) {
    return $a + $b; 
}
$a = 10;
$b = 12;
$hasil = tambah($a,$b);
echo $hasil;
?>

Demikian juga untuk membuat perkalian misalnya prosesnya sama yaitu dengan kode berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
<?php
function perkalian($a,$b) {
     return $a * $b;    
}
$a = 10;
$b = 12;
$hasil = perkalian ($a,$b);
echo $hasil;
?>

Kombinasi tambah, kurang, kali, dan bagi

Pada kasus nyata, tentu saja hanya proses penambahan atau perkalian yang berdiri sendiri seringkali tidaklah cukup. Untuk menghasilkan sesuatu dibutuhkan sebuah kombinasi operasi aritmatika. Sebagai contoh jika terdapat sebuah input “a” dan “b” kita ingin mendapatkan dan kita ingin mendapatkan nilai untuk operasi : “(a + b) + (a – b) + (axb) + (a/b)” maka jika kita terjemahkan ke kode pemrograman PHP akan menjadi:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
<?php
function kombinasiAritmatika($a,$b) {
    $hasil = ($a + $b) + ($a - $b) + ($a*$b) + ($a/$b);
    Return $hasil;
}
$a = 10;
$b = 12;
$hasil = kombinasiAritmatika ($a,$b);
echo $hasil;
?>

Cukup sederhana bukan. Silakan gunakan imajinasi anda untuk melakukan proses aritmatika yang mungkin dari contoh pemrograman PHP diatas.

May 9, 2014 - PHP    No Comments

Bermain Logika Sederhana – Menukar Isi Gelas

Apa hubungan menukar isi gelas dengan pemrograman PHP ?. Mungkin itu kira-kira pertanyaaan yang ada dipikiran anda. Seperti saya kemukakan pada tulisan yang telah lalu, pada dasarnya pemrograman adalah sebuah seni menggabungkan kode-kode program menjadi sebuah output tertentu. Tentu saja modal dari semua itu adalah “Kreativitas” dan “Logika”.

Bagaimana Menukar Isi Gelas ?

Terdapat dua gelas, yang satu berisi teh (sebut saja gelas A) satunya lagi berisi susu (sebut saja gelas B). Pertanyaannya adalah bagaimana cara menukarkan isi gelas tersebut agar susu berada di gelas A dan teh ada di gelas B ?. Hal tersebut bisa dilakukan dengan langkah berikut:

  1. Ambil satu gelas lagi (sebut saja C).
  2. Pindahkan teh pada gelas A ke gelas C.
  3. Pindahkan susu pada gelas B ke gelas A.
  4. Pindahkan teh pada gelas C ke gelas B.

Mudah bukan ? hanya dengan menggunakan bantuan gelas C permasalahan bisa diatasi. Gelas C merupakan simbol bahwa sering pada pemrograman PHP kita harus berpikir “out of the box” untuk menyelesaikan permasalahan.

Lalu apa implementasinya dalam pemrograman PHP ?

Dalam pemrograman PHP, proses penukaran isi data bisa dilakukan dengan logika yang sama. Kita hanya perlu menerjemahkan logika tersebut ke dalam kode program. Contoh:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
<?php
function tukarData($data_a,$data_b) {
      $data_c = $data_a;
      $data_a = $data_b;
      $data_b = $data_c;
      
      return array($data_a,$data_b);
}

// fungsi bisa dipangil dengan cara berikut
$data_a = 'Teh';
$data_b = 'Susu';

$hasil_tukar = tukarData($data_a,$data_b);
$data_a      = $hasil_tukar[0]; // array default index mulai 0
$data_b      = $hasil_tukar[1];

echo 'Data A:'.$data_a.'<br>';
echo 'Data B:'.$data_b;
?>
May 9, 2014 - PHP    No Comments

Variabel, Fungsi, dan Kelas Pada Pemrograman PHP

Variabel, fungsi, dan kelas adalah sesuatu yang pasti ada pada setiap bahasa pemrograman, termasuk PHP. Kode program ribuan barispun pada dasarnya merupakan kode-kode yang terdiri dari tiga hal tersebut. Oleh karena itu, untuk setiap orang yang ingin menguasai bahasa pemrograman PHP harus benar-benar memahaminya.

Variabel bisa diilustrasikan sebagai wadah untuk menyimpan data. Data pada pemrograman PHP bisa berupa text, angka, tanggal, kumpulan data atau array, bahkan bisa jadi sebuah object yang memiliki properti tertentu. Variabel didefinisikan dengan menggunakan tanda “$” pada bagian awal kode. Sebagai contoh :

1
$angka = 1;

“angka” merupakan nama variabel sedangkan “1” adalah nilai variabel tersebut. Pada konteks yang lebih kompleks variabel digunakan untuk mendefinisikan array seperti contoh kode berikut:

1
$kumpulan_angka = array (1,2,3,4,5);

Fungsi didefinisikan sebagai sekumpulan perintah yang digunakan untuk mengerjakan/menghasilkan output tertentu. Salah satu kegunaan fungsi adalah untuk membuat program lebih sederhana. Sebagai contoh ketika kita ingin menghitung perkalian suatu matrix, dengan membuat program untuk menghitung satu per satu untuk setiap perkalian matrix akan membuat kode program menjadi sangat panjang dan rentan kesalahan. Fungsi selalu memiliki input dan output. Sebagai contoh perkalian matrix memerlukan input berupa dua matrix yang kemudian outputnya adalah hasil perkalian tersebut. Berikut contoh fungsi dalam PHP:

1
2
3
4
function perkalianMatrix($matrixA, $matrixB) {
     // [kode program perkalian disini]
      return $matrixHasil;
}

$matrixA dan $matrixB merupakan input matrix sedangkan $matrixHasil merupakan hasil dari fungsi perkalian. Hasil proses perkalian kemudian bisa disimpan dalam sebuah sebuah variabel dengan kode sebagai berikut:

1
$hasil_matrix = perkalianMatrix($matrixA,$matrixB);

Kelas secara umum merupakan kumpulan beberapa fungsi dan variable yang berkolaborasi untuk menghasilkan output tertentu. Salah satu fungsi paling dasar kelas adalah suatu fungsi yang sama yang berada pada kelas berbeda tidak akan konflik satu sama lain. Sebagai contoh kita memiliki dua kelas “Manusia” dan “Harimau” sebagai berikut:

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
class Manusia {
    var $jumlah_kaki = 2;
    var $jumlah_tangan = 2;
    
    function getJumlahKaki() {
         return $this->jumlah_kaki;
    }

    function getJumlahTangan() {
        return $this->jumlah_tangan;
    }
}

class Harimau {
    var $jumlah_kaki = 4;
    var $jumlah_tangan = 0;
    
    function getJumlahKaki() {
         return $this->jumlah_kaki;
    }
  
   function getJumlahTangan() {
       return $this->jumlah_tangan;
   }
}

Kelas Manusia dan Harimau sama-sama memiliki variabel dan fungsi yang sama hanya nilainya saja yang berbeda. Dua kelas tersebut bisa kita panggil dengan kode sebagai berikut:

1
2
3
4
$ObjectManusia = new Manusia();
$ObjectHarimau = new Harimau();
$kaki_manusia  = $ObjectManusia-&gt;getJumlahKaki();
$kaki_harimau  = $ObjectHarimau-&gt;getJumlahKaki();

Jika getJumlahKaki hanya dibuat sebuah fungsi saja, maka fungsi akan mengalami konflik karena nama yang sama, akan tetapi karena didalam sebuah kelas maka dua fungsi dengan nama yang sama bisa dijalankan.